BANJARNEGARA - Masa tanggap darurat bencana gas beracun Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dinyatakan berakhir, Sabtu (11/6). Keputusan itu diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengevaluasi perkembangan sejak menurunkan status siaga level III menjadi waspada pada pukul 18.45 Jumat (10/6).
Kini zona bahaya juga dipersempit dari 1.000 meter menjadi 500 meter dari bibir kawah. "Masa tanggap darurat sudah berakhir. Rekomendasi Pusat Vulkanologi menyatakan sudah aman. Pengungsi mulai sekarang sudah bisa pulang ke rumah masing-masing," kata Bupati Banjarnegara Djasri setelah rapat evaluasi masa tanggap darurat gas beracun Kawah Timbang di SMAN 1 Batur, Banjarnegara.
Rapat evaluasi itu dihadiri pihak PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Dieng, Muspida Banjarnegara, Muspika Batur, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepala desa dan warga Sumberejo, tim medis, tim SAR, dan petugas posko lainnya.
Meski sudah diturunkan dari status siaga menjadi waspada, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di dekat pusat semburan gas di Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur. Sebab, radius 500 meter masih dinyatakan dalam zona bahaya. Bahkan, sewaktu-waktu semburan gas beracun bisa keluar dari Kawah Timbang dalam konsentrasi yang masih membahayakan warga atau makhluk hidup lainnya.
Kabid Pengamat dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Hendrasto juga mengimbau masyarakat tidak menggali lubang lebih dari satu meter di zona bahaya. Menurut dia, tindakan tersebut dapat memicu keluarnya gas beracun yang terperangkap di lapisan kedap bawah tanah.
Dia mengatakan, penyebab keluarnya gas beracun di Dataran Tinggi Dieng dipicu aktivitas kegempaan dan semburan lumpur panas dan gas. Untuk itu, dia mengimbau warga agar waspada saat terjadi gempa dan menjauh bila menemukan rekahan tanah. "Meski statusnya waspada, aktivitas kawah itu terus dipantau petugas. Ada lima seismograf dan alat deteksi gas beracun (CO2) yang dipasang," lanjutnya.
Keluarnya gas CO2 dari Kawah Timbang teramati sejak 22 Mei lalu. Sehari setelah itu status Gunung Api Dieng dinaikkan menjadi siaga hingga Jumat malam (10/6).
Dari data di PPGA menyebutkan, sejak 22 Mei pengamat mencatat sedikitnya terjadi 200 aktivitas kegempaan dan semburan gas CO2 meluncur sejauh 300 meter ke arah selatan melalui Lembah Kali Sat. Konsentrasi gas tertinggi mencapai titik 2,3 persen volume yang terjadi pada 31 Mei lalu. (byu/jpnn/c4/nw)
:: Sumber ::
Tidak ada komentar:
Posting Komentar