A. Jenis peralatan Evakuasi / vertical rescue.
1. Harness
Harness berfungsi sebagai dudukan/tambatan tubuh, atau alat yang digunakan sebagai pendukung keselamatan saat bekerja/beraktifitas di ketinggian. Untuk itu harness yang digunakan harus memenuhi persyaratan :
a. Nyaman saat digunakan sehingga rescuer dapat bekerja dengan leluasa.
b. Dilengkapi dengan tempat menambat/atau pengaman utama tubuh..
c. Disisi sabuk pinggang dilengkapi loop untuk tempat cantolan peralatan.
d. Mampu menahan hentakan, minimal 16 KN.
Type
Secara umum harness dibedakan berdasarkan bentuknya.
a. Sit harness.
• Free style, sit harness yang besar kecilnya dapat di atur sesuai dengan tubuh penggunannya.
• Fixe style, sit harness yang besarnya sudah ditentukan dari pabrikan, sesuai dengan ukuran masingg-masing (XS,S,M,XL).
b. Full body harness.
Fullbody harness berfungsi sama seperti harness, akan tetapi berbeda dalam ukuran dan bentuk, fullbody harness digunakan pada seluruh tubuh dan memiliki tempat untuk pengaman/tambatan yang terletak di dada dan ada juga fullbody yang memiliki tempat pengaman/tambatan yang terletak di punggung.
c. Chest harness (Harness Dada).
Chest harness berfungsi sebagai pengaman dada, biasanya chest harness digunakan pada ascending mechanical system sebagai penghubung croll (chest ascender).
2. Carabiner
Carabiner / cincin kait adalah metal pengunci yang berfungsi sebagai penghubung antar peralatan. Bentuknya oval, delta, atau modified delta, mempunyai per pembuka yang terpasang pada bagian memanjang.
Spesifikasi :
a. Gates.
Gate/pintu digunakan untuk memasukkan tali atau sling, terbuat dari steel atau alloy, dilengkapi pembuka gate,screw/ pengunci, dan non screw.
b. Kekuatan.
Setiap fabrikasi carabiner mencantumkan nilai kekuatan, dan ditempatkan pada sisi memanjang dari carabiner. Kekuatan minimum carabiner 2000 Kg.
c. Perawatan.
Setiap peralatan yang terbuat dari steel dan alloy, perawatannya adalah tidak boleh menjatuhkannya atau memukulkan pada permukaan yang keras.
Yang direkomendasikan untuk vertical rescue adalah carabiner screw gate.
Carabiner screw gate.
Selama menggunakan dua carabiner dengan dibuat dengan posisi berlawanan adalah aman, ini dapat diganti dengan sebuah carabiner screw gate.
3. Mallion rapide.
Mallions di sebut juga quiklinks atau screwlinks. Ukuran dan bentuk ada beberapa macam (oval,delta dan halfmoon), rate strange mencapai 6000 kg. Mallions diproduksi dari bahan steel dan alloy khusus, cocok untuk berbagai teknik. Delta mallion menguntungkan digunakan beban dari tiga arah, seperti sebagai gantungan tandu.
4. Descender
Descender adalah alat bantu yang digunakan untuk menuruni medan vertical dan tali sebagai jalur.
Jenis descender :
* Figure of eight
Bentuknya menyerupai angka 8, ukuran dan bentuknya bermacam-macam, rate strange 3000 kg. Kelemahan alat saat digunakan, menggunakan alat ini menyebabkan puntiran pada tali, keausan akibat gesekan, tidak dilengkapai sistem penguncian, hanya direkomendasikan untuk bidang vertical kurang dari 50 m. Dapat digunakan untuk tali diameter 8 – 13 mm, akan tetapi untuk tali diameter 8 mm, direkomendasikan menggunakan teknik double rope.
* Grigri.
Grigri berfungsi sebagai alat belay dan descender. Dilengkapi dengan handle release untuk mengontrol kecepatan belaying maupun descending. Dilengkapi dengan handel agar pengguna dapat mengontrol kecepatan saat descending, dan mengunci automatis saat handel dilepaskan. Sebagai belay device grigri dapat dengan mudah digunakan, karena pengguna dapat dengan cepat merelease ataupun menarik apabila dibutuhkan. Selain itu alat ini dapat juga digunakan untuk ascending dengan tambahan kombinasi ascender. Dapat digunakan untuk tali diameter 10 – 11 mm.
5. Ascender.
Ascender adalah alat bantu yang digunakan untuk meniti medan vertical/kemiringan dan tali digunakan sebagai jalur.
Sistem kerja alat ini mencengkram pada tali saat terbebani, sehingga dapat menahan beban, dan bergerak saat didorong keatas tanpa terbebani. Kekuatannya terletak pada gerigi yang menahan cengkraman saat kontak dengan tali.
Jenis ascender :
a. Ascender handle.
Ascender jenis ini dilengkapi handle sebagai pegangan yang dilengkapi dengan plastik maupun karet agar pengguna merasa nyaman saat menggunakannya. Dengan modifikasi pulley, ascender jenis ini dapat digunakan untuk membuat hauling set saat menarik korban atau membuat tarikan 1 arah pada vertical rescue. Dapat digunakan untuk tali diameter 8 – 13 mm.
b. Ascender non handle.
Fungsi dan kegunaan sama dengan ascender with handle, akan tetapi ascender jenis ini tidak dilengkapi dengan handle sebagai pegangan, ascender jenis ini biasa digunakan sebagai chest ascender, rope grab, maupun self belay. Dapat digunakan untuk tali diameter 8 – 13 mm.
6. Pulley.
Pulley biasa juga di sebut katrol. Alat ini di design untuk menggurangi friksi tali atau pengganti arah kerja tali.
Beberapa jenis pulley dibuat khusus untuk pekerjaan di bidang vertical/ketinggian dan memiliki fungsi antara lain :
• Dapat dilewati oleh tali yang memiliki sambungan simpul,
• Memiliki lubang/hole yang dapat ditempati oleh 2 atau lebih pengaman.
• Memiliki peralatan pendukung yang dapat membantu memudahkan pekerjaan (pulley+ascender).
Perlu diperhatikan bahwa pulley yang digunakan meyakinkan bahwa kondisinya baik dan tidak merusak tali.
Rate strength lebih dari 1500 kg.
7. Peralatan Tambahan
Peralatan tambahan merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu/memudahkan kegiatan Rigging (Lintasan Untuk Vertical Rescue).
* Rigger Plate
Rigger plate berfungsi sebagai plat conector/penghubung dari anchor point ke lintasan.
* Swivel
Swivel merupakan peralatan tambahan yang berfungsi unuk mencegah terjadinya puntiran pada tali.
8. Rope protector.
Kegunaannya memberi perlindungan pada tali dari gesekan benda tajam, seperti gesekan tali dengan sudut tebing, dinding,dll.
Beberapa jenis rope protector dibuat untuk penggunaan pada lingkungan/kondisi yang berbeda.
Jenis rope protector :
* Padding.
Terbuat dari bahan terpal, canvas, Matras, karet tebal yang tahan terhadap gesekan. Rope protector jenis inilah yang dapat di modifikasi dengan menggunakan Canvas Fire Hose .
* Edge Rollers.
Merupakan rope protector buatan fabrikasi yang telah didesign untuk mencegah terjadinya friksi antara tali dan sudut bidang, dinding, dll.
B. Keselamatan.
Keselamatan adalah segala tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari kejadian/kecelakaan yang fatal, hal ini adalah kebutuhan setiap orang/rescuer yang melakukan pekerjaan. Prioritas utama dalam pertolongan di medan vertical adalah rescuer, kemudian orang disekitar dan korban.
1) Langkah penolong untuk keselamatan.
* Selalu berlatih.
* Peralatan selalu terpelihara dan siap pakai.
* Berfikir logis terhadap tugas yang harus dilakukan.
* Selalu penuh perhatian dan konsentrasi.
* Kerjasama tim.
* Kejelasan tugas yang harus dikerjakan setiap personil.
Memonitor/mewaspadai.
* Memonitor untuk mengadakan pengecekan ke seluruh bagian, (seperti, system anchor, simpul-simpul, tali).
* Mewaspadai bagian sudut yang tajam.,peralatan yang belum terkunci.
* Mengatakan stop jika melihat hal – hal yang membahayakan .
Penunjukan safety officer / pengawas keselamatan.
§ Bertugas mengawasi semua aspek keselamatn sebelum, selama dan sesudah kegiatan.
§ Safety officer ditunjuk orang yang berpengalaman.
Pemilihan personil.
Pemilihan personil didasarkan pada :
§ Kemampuan.
§ Tangkas,tidak memiliki phobi (penyakit ketinggian)
§ Mampu menghargai peran masing – masing.
Peralatan perorangan.
Kebutuhan peralatan yang perlu dipertimbangkan sebagai kebutuhan keselamatan minimum untuk vertikal rescue.
1 Safety helmet.
2 Safety Glasses.
3 Gloves.
4 Sepatu.
5 Pakaian.
6 Harness.
7 Whitsel/pluit.
8 Rescue Rope.
9 Self rescue equipment ascending dan descending.
10 Kotak pertolongan pertama.
2) Kekuatan peralatan.
§ Nilai kekuatan atau memenuhi standar yang ditentukan, ini dapat dilihat pada alat itu sendiri atau pada petunjuk yang dikeluarkan pabrik.
§ Penggunaan beban keseluruhan harus dibawah nilai kekuatan peralatan yang digunakan.
Final cek
§ Cheking personil. Setiap personil harus dilakukan pengecekan akhir oleh pengawas keselamatan (safety officer) segala sesuatu yang dibutuhkan selama operasi, personal gear maupun peralatan team.
§ Cheking system, pengecekan terhadap system anchor, tali, peralatan, termasuk belayer.
3) Prosedur keselamatan.
Setiap personil diijunkankan untuk bekerja setelah area dinyatakan clear dari bahaya :
§ Area aman.
§ Penggunaan Alat pelindung diri.
§ Penentuan pimpinan lapangan.
§ Pemasangan safety line.
§ Mencari dan menentukan anchor.
§ Membuat dan mengontrol simpul.
§ Memproteksi tali.
§ Menghindari pergesekan antar tali.
§ Menyimpan peralatan yang belum terpakai.
§ Tidak melempar peralatan.
Rabu, 14 Desember 2011
Rabu, 15 Juni 2011
Beberapa Saat Pasca Bencana (kisah dari Istana Presiden)
Hey...!Ajuuudaaaaaaan!
Ya Pa!
Ada gempa dan Tsunami menimpa wilayah barat Indonesia.
Sangat Parah.
Cepat sekarang juga kamu kepasar Glodok! Medan, Batam, Singapur.
Lho koq, bencananya di Sumatra kok malah kesana?
Disana, Ada ribuan chainblock (hoist) atau takel dipasar glodok
Ada ribuan generator set (genset mini) dipasar glodok
Ada ribuan meter sling (tali kawat baja) dipasar glodok.
Ada ribuan mesin pemotong pipa.
Ada ribuan mesin las,
Ada ribuan filter air, dll, ini daftarnya!
Beli dan kirimkan ketempat bencana. Cepaaat!
Mengangkut nya bagaimana Pa?
Aduh lambat sekali jalan fikiranmu, Ada ratusan helicopter milik pemerintah
dan swasta, kalo perlu pinjem & sewa ke negri tetangga, Kirim peralatan
tersebut melalui udara. (1/2 hari harus sudah sampai). (Makanya punya
pabrik kapal terbang jangan didemo melulu dan jangan ditutup! Ini mah malah
dijadiin pabrik panci penggorengan....Kamu bisa naik panci ke tempat bencana!
Udah tau negara kita kan negri kepulauan, malah ga sadar juga!)
4 JAM SETELAH BENCANA ,
Pak Presiden barang-barang telah sampai ditempat bencana.
Intruksikan....
Potong pipa-pipa jembatan yang rusak, las dan jadikan konstruksi segitiga.
seperti teknik sederhana tukang penggali sumur bor, gantungkan chain blok
dan angkat puing-puing berat. Bersihkan puing-puing kecil. Kumpulkan
mayat-mayat. Korban agar bencana alam ini tidak bertambah dengan bencana
penyakit.
Ikatkan chainblock pada pohon pohon dan tarik puing-puing berat lalu
bersihkan puing-puing kecil.
Kumpulkan mayat-mayat korban sebelum membusuk dan menjadi bencana
penyakit.
Segera bungkus dan makamkan.
Hey kamu ahli medis, ambil sample DNA setiap korban dan simpan dalam toples kecil...untuk pendataan nanti. Beri label pada sampel,sesuai posisi penguburan, agar kelak keluarga mereka bisa berjiarah kemakamkeluarga mereka dengan tepat.
Hey mentri transportasi....
Kirimkan montir-montir, Angkat puing-puing yang menimbun kendaraan yang masih layak pakai, Betulkan mobil, dan jadikan alat angkut untuk mengangkut mayat. (sehari harus dapet 50 mobil)
Ada ratusan buldoser, escapator, beqoe mini dipabrik-pabrik seperti United traktor, Indotruck, Komatsu dll.
Disasembly, (preteli) kirim melalui helikopter beserta mekaniknya, Rakit ditempat bencana (4 jam harus selesai) Bersihkan jalan-jalan., supaya jalan segera lancar!
Ada ratusan pabrik plastik, Kirim karung plastik tahan bocor jumbo bag,Jejerka n 100 karung plastik jumbo bag tersebut isi air dan filter......
3 jam sudah dapat air bersih.....
Ada puluhan pabrik textil, Kirim untuk pembungkus mayat.
Hai pasukan Zeni tempur....ini lah pertempuran sesungguhnya Ayo kerahkan tenagamu... untuk mebersihkan bencana ini...
Ajudan, kemana mahasiswa....yang biasanya demo......! ayo bantu pasukan ABRI...
Wah kayaknya ngga bisa tuh pa, mahasiswa kita terlalu banyak yang kuliah dijurusan Politiknya.
Jadi kalo disuruh masalah teknik begini mereka kayaknya kurang bisa diandalkan, paling bisa turun kejalan untuk minta sumbangan.....
Aduh.... kenapa negara ini malahan banyakan calon politikusnya dibanding insinyurnya sih... emangnya mau jadi apa negara ini.sekarang kan jaman industri dan teknologi..... apakah pemuda kita pada kurang gizi jadi ga mau belajar iptek.
Hey ajudan bilang kementri kebudayaan dan pendidikan untuk merevisi program pendidikan, seusai bencana ini.
Ajudan, kemana mentri IPTEK? masa skala pencatat kita jauh banget bedanya dengan data diluar negri? ngga dikalibrasi apa?malu saya! Mesin itu kan Cuma kaya komputer yang dikasih jarum.... komponen listrik dan elektroniknya banyak dipasar glodok.... masa ngga bisa bikin sih?
Hai Pemberontak Separatis! Turun kamu dari gunung! Bantu saudara-saudaramu!
Pa Presiden..... Darimana Duitnya? Biayanya?
Potong gaji saya, juga seluruh karyawan yang ada diindonesia sebesar 5.000 rupiah, Termasuk gaji pegawai negri, anggota dewan dan mentri.
Tahun depan setiap orang wajib pajak, pajaknya dikurangi 5000 rupiah, untuk penggantian sumbangan mereka saat ini.
Laporkan ini pada dinas pajak.
Ada berapa menurut sensus?
Ada sekitar 6o juta orang pak!
Ada 60 juta pegawai negri, swasta, pengusaha, buruh,
60.000.000 x 5.000 = 300.000.000.000. rupiah. Cukuplah untuk sementara.....
Selanjutnya kita fikirkan lagi! Yang penting kita tolong saudara kita yang terkena bencana saat ini juga.
Kalo mereka protes?!
Katakan pada buruh-buruh itu...Ini keadaan darurat! Sadarkan mereka bahwa Pabrik berdiri karena ada pembangunan negara ini. Kalo mereka tidak setuju suruh pergi dari Indonesia!
Hai Hakim Mahkamah tertinggi! Kamu jangan bengong aja! Sita harta kekayaan koruptor yang telah terbukti!
Berikan pada Dep-Kes, Dan belikan makanan dan obat-obatan.
Cepaaaaaaaat......!
Kalo diselewengkan?
Kalo ada yang menyelewengkan sumbangan walau hanya 1000 rupiah, dari sumbangan ini, Catat dan audit yang benar, Bulan depan kita adakan Hukum gantung massal bagi para penyeleweng dana tersebut ! Catat itu dan siarkan kemedia masa biar para pencatut ngeri!
Hey ajudan! Ngomong-ngomong pada kemana para anggota DPR & MPR, dan para pengamat politik...
Ngga tau kemana pa!
Huh! Mestinya mereka berkumpul dan sidang darurat, paling tidak mereka kan bisa membahas rencana-rencana untuk apa-apa yang bisa dilakukan pasca bencana.
Ajudan, ngomong-ngomong.... apakah tenda-tenda sudah dikirim.
Belum pa! eh sudah..... tapi sedikit dan bocor-bocor!
Lho kan ABRI mestinya punya banyak....
Ah bapak, lupa ya, kan budget mereka sedikit. Beli pesawat aja duitnya harus
pake rempah-rempah. Itupun diprotes, dikorup juga lagi....
Ah kamu bisa saja, Duh....pusing! tahun 2034 aja begini susah. Apalagi dulu ya!
Sekarang juga! cepat segera bertindak. Jangan sampai mereka rusuh karena lapar dan putus asa, nanti malah anarkis!
Pagi- pagi di HARI KETIGA
Pa Presiden, semua sudah terkendali dan berjalan lancar!
Hmmm bagus....dan sangat cepat!
Umumkan pada rakyat dan ucapkan terima kasih, bahwa berkat kerjasama seluruh rakyat, bencana besar ini cepat pulih..
Ajudan apakah kamu bawa data ada berapa daerah rawan sih di Indonesia?
Ada pa' seluruh barat Indonesia adalah rawan gempa, selatan juga sama,
tengah juga, timur juga, gunung berapi juga ratusan....dan mulain ada yang
batuk-batuk, tadi malam malah ada longsor di Jawa tengah.
Aduh..... ono opo neng Negri ini rek...!ternyata negri kita....sama rawannya dengan Jepang... tapi koq orang-orangnya ngga pinter seperti orang jepang?
Pa.. ada yang demo tuh didepan Istana.....
Ajudaaaaaaan..... saya pusing.!!! ngurusin bangsa ini.
Sabaaar Pa, jangan mengeluh....nanti diliput media masa lho...
Disinilah pungsi bapak sebagai presiden, Harus tegar, sigap, cepat, cerdas,
energik, imaginatif, inovatif.....
Sok tau kamu ajudan!
Maaf pa,
Tapi kamu benar....! saya senang kamu jadi ajudan saya, tidak salah saya mengangkatmu jadi ajudan saya,
Sekarang Ayo ikut saya kelapangan lagi untuk memimpin pertolongan!
Tapi disana juga banyak pemberontak lho pak !
Siapkan paswalpres yang banyak dong!
Siap pak!
Demikian sekelumit rekaman perbincangan antara presiden Indonesia
ke 12 dan ajudannya.
Senin pagi, Jakarta 27 Desember , tahun 2034.
Ditahun 2034, Peralatan yang diperlukan bila ada Tsunami sudah didata lengkap.
Jadi, presiden cuma tingal tereak aja, maka hanya dalam beberapa menit ajudan dengan cepat memforwad intruksi presiden keseluruh jajaran.
Presiden tahun 2034 orangnya pinter mekanik, kontruksi, ekonomi, inovatif, futuristik, dll, yang milih juga pinter-pinter.
Wah, Hebat dan serba cepat deh pokoknye!
Karena presiden yang hebat adalah presiden yang sigap dan cerdas dikala "krisis" Kalo sedang masa damai dan makmur.... rakyat pada bisa and pinter mengatur diri-sendiri.
Sebaiknya Rakyat dan Presiden Indonesia 2011 juga mencontohnya.
Salam hangat, dan ucapan rasa duka yang amat dalam bagi saudara kita yang tertimpa musibah bencana...
Calon presiden Indonesia ke 12. (th2034).
semoga dimasa depan negeri ini sangat siap dalam menghadapi bencana,
seperti kisah di atas ...
Senin, 13 Juni 2011
Gempa 6,9 SR Guncang Sulawesi Urara
Sejumlah warga Manado, Sulawesi Utara, dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter yang terjadi sekitar pukul 22.31 Wita, Senin (13/6/2011), sehingga mereka berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang berpusat di 2,37 Lintang Utara-126,51 Bujur Timur atau sekitar 178 kilometer tenggara Tahuna, Kabupaten Sangihe, itu berada di kedalaman sekitar 10 kilometer.
Getaran gempa ini terasa sangat kuat di Kota Manado, Minahasa Utara, Bitung, dan Minahasa. Beberapa warga Manado mengaku kaget karena gempa terjadi cukup lama dan membuat warga khawatir terhadap dampaknya.
"Saya memang langsung memilih keluar rumah karena takut ada dampak buruk saat gempa itu terjadi," ujar Michael, salah satu warga Sario, Manado.
Sementara itu, Rommy, salah satu warga lainnya yang mengaku sudah terlelap tidur, langsung terjaga dan keluar rumah karena merasakan gempa tersebut. :: sumber ::
Minggu, 12 Juni 2011
Asuransi Bencana Alam Segera Diluncurkan
Liputan6.com, Jakarta: Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan Indonesia akan meluncurkan asuransi bencana alam. Hal tersebut dicetuskan karena negara ini memang rawan terkena becana, seperti gempa, tsunami, gunung berapi, dan sebagainya.
"Kita harus memahami, seperti tsunami dan banjir bandang di Papua, kita tidak mempunyai asuransi untuk mengkover bencana alam. Jadi segera akan diluncurkan (asuransi bencana alam) di Indonesia dan negara-negara ASEAN. Kita melibatkan unit manajemen risiko pula," ujar Agus dalam World Economic Forum om East Asia di Jakarta, Ahad (12/6).
Dirinya mengatakan, pada 2011 pemerintah Indonesia sudah meningkatkan anggarannya untuk asuransi bencana alam. "Kita meningkat anggaran tersebut sampai Rp 3 triliun," kata Agus.
Agus pun mengakui, dampak dari bencana alam ini tidak hanya berdampak buruk bagi negara tersebut, namun negara sekitarnya. "Kami memahami, itu bisa berdampak pada negara tetangga," tutur Agus.(ARE/ADO)
:: Sumber ::
"Kita harus memahami, seperti tsunami dan banjir bandang di Papua, kita tidak mempunyai asuransi untuk mengkover bencana alam. Jadi segera akan diluncurkan (asuransi bencana alam) di Indonesia dan negara-negara ASEAN. Kita melibatkan unit manajemen risiko pula," ujar Agus dalam World Economic Forum om East Asia di Jakarta, Ahad (12/6).
Dirinya mengatakan, pada 2011 pemerintah Indonesia sudah meningkatkan anggarannya untuk asuransi bencana alam. "Kita meningkat anggaran tersebut sampai Rp 3 triliun," kata Agus.
Agus pun mengakui, dampak dari bencana alam ini tidak hanya berdampak buruk bagi negara tersebut, namun negara sekitarnya. "Kami memahami, itu bisa berdampak pada negara tetangga," tutur Agus.(ARE/ADO)
:: Sumber ::
Dieng Dinyatakan Aman, Pengungsi Boleh Pulang
BANJARNEGARA - Masa tanggap darurat bencana gas beracun Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dinyatakan berakhir, Sabtu (11/6). Keputusan itu diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengevaluasi perkembangan sejak menurunkan status siaga level III menjadi waspada pada pukul 18.45 Jumat (10/6).
Kini zona bahaya juga dipersempit dari 1.000 meter menjadi 500 meter dari bibir kawah. "Masa tanggap darurat sudah berakhir. Rekomendasi Pusat Vulkanologi menyatakan sudah aman. Pengungsi mulai sekarang sudah bisa pulang ke rumah masing-masing," kata Bupati Banjarnegara Djasri setelah rapat evaluasi masa tanggap darurat gas beracun Kawah Timbang di SMAN 1 Batur, Banjarnegara.
Rapat evaluasi itu dihadiri pihak PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Dieng, Muspida Banjarnegara, Muspika Batur, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepala desa dan warga Sumberejo, tim medis, tim SAR, dan petugas posko lainnya.
Meski sudah diturunkan dari status siaga menjadi waspada, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di dekat pusat semburan gas di Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur. Sebab, radius 500 meter masih dinyatakan dalam zona bahaya. Bahkan, sewaktu-waktu semburan gas beracun bisa keluar dari Kawah Timbang dalam konsentrasi yang masih membahayakan warga atau makhluk hidup lainnya.
Kabid Pengamat dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Hendrasto juga mengimbau masyarakat tidak menggali lubang lebih dari satu meter di zona bahaya. Menurut dia, tindakan tersebut dapat memicu keluarnya gas beracun yang terperangkap di lapisan kedap bawah tanah.
Dia mengatakan, penyebab keluarnya gas beracun di Dataran Tinggi Dieng dipicu aktivitas kegempaan dan semburan lumpur panas dan gas. Untuk itu, dia mengimbau warga agar waspada saat terjadi gempa dan menjauh bila menemukan rekahan tanah. "Meski statusnya waspada, aktivitas kawah itu terus dipantau petugas. Ada lima seismograf dan alat deteksi gas beracun (CO2) yang dipasang," lanjutnya.
Keluarnya gas CO2 dari Kawah Timbang teramati sejak 22 Mei lalu. Sehari setelah itu status Gunung Api Dieng dinaikkan menjadi siaga hingga Jumat malam (10/6).
Dari data di PPGA menyebutkan, sejak 22 Mei pengamat mencatat sedikitnya terjadi 200 aktivitas kegempaan dan semburan gas CO2 meluncur sejauh 300 meter ke arah selatan melalui Lembah Kali Sat. Konsentrasi gas tertinggi mencapai titik 2,3 persen volume yang terjadi pada 31 Mei lalu. (byu/jpnn/c4/nw)
:: Sumber ::
Kini zona bahaya juga dipersempit dari 1.000 meter menjadi 500 meter dari bibir kawah. "Masa tanggap darurat sudah berakhir. Rekomendasi Pusat Vulkanologi menyatakan sudah aman. Pengungsi mulai sekarang sudah bisa pulang ke rumah masing-masing," kata Bupati Banjarnegara Djasri setelah rapat evaluasi masa tanggap darurat gas beracun Kawah Timbang di SMAN 1 Batur, Banjarnegara.
Rapat evaluasi itu dihadiri pihak PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Dieng, Muspida Banjarnegara, Muspika Batur, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepala desa dan warga Sumberejo, tim medis, tim SAR, dan petugas posko lainnya.
Meski sudah diturunkan dari status siaga menjadi waspada, masyarakat diimbau tidak beraktivitas di dekat pusat semburan gas di Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur. Sebab, radius 500 meter masih dinyatakan dalam zona bahaya. Bahkan, sewaktu-waktu semburan gas beracun bisa keluar dari Kawah Timbang dalam konsentrasi yang masih membahayakan warga atau makhluk hidup lainnya.
Kabid Pengamat dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Hendrasto juga mengimbau masyarakat tidak menggali lubang lebih dari satu meter di zona bahaya. Menurut dia, tindakan tersebut dapat memicu keluarnya gas beracun yang terperangkap di lapisan kedap bawah tanah.
Dia mengatakan, penyebab keluarnya gas beracun di Dataran Tinggi Dieng dipicu aktivitas kegempaan dan semburan lumpur panas dan gas. Untuk itu, dia mengimbau warga agar waspada saat terjadi gempa dan menjauh bila menemukan rekahan tanah. "Meski statusnya waspada, aktivitas kawah itu terus dipantau petugas. Ada lima seismograf dan alat deteksi gas beracun (CO2) yang dipasang," lanjutnya.
Keluarnya gas CO2 dari Kawah Timbang teramati sejak 22 Mei lalu. Sehari setelah itu status Gunung Api Dieng dinaikkan menjadi siaga hingga Jumat malam (10/6).
Dari data di PPGA menyebutkan, sejak 22 Mei pengamat mencatat sedikitnya terjadi 200 aktivitas kegempaan dan semburan gas CO2 meluncur sejauh 300 meter ke arah selatan melalui Lembah Kali Sat. Konsentrasi gas tertinggi mencapai titik 2,3 persen volume yang terjadi pada 31 Mei lalu. (byu/jpnn/c4/nw)
:: Sumber ::
KURIKULUM PENGETAHUAN BENCANA
Pengetahuan Pengurangan Risiko Bencana Diintegrasikan ke Kurikulum
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengintegrasikan pengetahuan pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kurikulum. Siswa mulai jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
Selain itu, mereka akan turut serta dalam mengurangi risiko bencana. Kebijakan Kemendiknas tersebut tertuang melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/SE/MPN/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah. Dalam surat edaran itu Mendiknas mengimbau kepada seluruh gubernur, bupati, dan walikota untuk menyelenggarakan penanggulangan bencana di sekolah melalui tiga hal.
Pertama, pemberdayaan peran kelembagaan dan kemampuan komunitas sekolah. Kedua, pengintegrasian PRB ke dalam kurikulum satuan pendidikan formal, baik intra maupun ekstrakurikuler. Adapun imbauan ketiga adalah membangun kemitraan dan jaringan antarpihak untuk mendukung pelaksanaan PRB di sekolah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendiknas, Bambang Indriyanto, menyampaikan, secara intuisi setiap orang mempunyai naluri untuk menyelamatkan diri dari bencana. Namun, kata dia, dengan berpengetahuan untuk menyelamatkan diri secara cerdas dan sistematis maka dapat mengurangi risiko bencana.
"Dalam penyelamatan juga akan terlihat solidaritas dalam berempati dan simpati dari siswa ketika terjadi bencana alam," kata Bambang dalam Sosialisasi Surat Edaran Mendiknas tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah di Gedung Kemendiknas, Kamis (29/7).
Bambang menjelaskan, pengintegrasian materi dilakukan pada tingkat topik bahasan sehingga tidak membebankan dan tidak berpengaruh pada standar isi. Menurut dia, kalau menambah dan mempengaruhi standar isi artinya merubah peraturan perundang-undangan.
Bambang mencontohkan, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan geografi, siswa mendapatkan pengetahuan tentang gempa tektonik dan vulkanik. "Siswa diharapkan tidak hanya memahami, tetapi mempunyai kompetensi," ujarnya.
Contoh lain, lanjut Bambang, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada konteks kehidupan bersama saat terjadi bencana. Siswa dapat mengembangkan rasa simpati dan empati. Kemudian pada mata pelajaran Kewarganegaraan topik bahasan hak dan kewajiban warga negara. "Dalam kehidupan berdemokrasi kita sisipi saat bencana banjir,'' jelasnya.
Bambang menyebutkan, pembelajaran tentang bencana diprioritaskan di Bengkulu, Sumatra Barat, DIY, Jawa Tengah, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. ''Adapun topik bencana yang dikenalkan meliputi gempa, tsunami, banjir, kekeringan, dan kebakaran,'' tandasnya.
Jumat, 10 Juni 2011
10 Fakta Tentang Tsunami
Kata 'tsunami' berasal dari bahasa Jepang, dan diterjemahkan sebagai 'gelombang pelabuhan'. Tsunami dulu disebut 'gelombang pasang', tetapi istilah tersebut penggunaannya oleh ilmuwan telah bergeser.

2. Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi bawah laut. Gempa bumi berkekuatan 8,0 sebagai penyebab bencana Samoa, menurut US Geological Survey. Sebuah gempa bumi bisa menyebabkan tsunami jika memiliki kekuatan yang cukup dan berada di kedalaman air yang memadai.

4. Teori gempa bumi bawah laut yang berada dibalik tsunami pertama kali dikemukakan oleh sejarawan Yunani kuno Thucydides, pada tahun 426 SM, dalam bukunya “History of the Peloponnesian War.”
6. Terlepas dari ukuran gelombang besar ketika mereka menyentuh tanah, amplitudo (tinggi gelombang) dari tsunami sedikitnya tiga meter di laut terbuka, sedangkan panjang gelombang (jarak antara dua puncak) sepanjang 120 mil. Pada titik ini Tsunami akan mencapai kecepatan lebih dari 500 mph.
7. Ketika tsunami mencapai air dangkal, gelombang mengecil dan menjadikan panjang gelombang pendek, namun amplitudonya menjadi lebih tinggi. Gelombang kemudian melambat, walaupun demikian ia masih memiliki kecepatan sekitar 50 mph.
9. Seorang gadis Inggris berusia 10 tahun, Tilly Smith pernah menyelamatkan hampir seratus jiwa dengan pengetahuannya saat menjelang tsunami Samudera Hindia pada 2004.
1. Tsunami terdiri dari serangkaian gelombang yang dikenal sebagai kereta gelombang, bukan gelombang tunggal. Untuk tsunami yang besar, gelombang ini tiba-tiba dan yang pertama tidak selalu yang terbesar.
2. Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi bawah laut. Gempa bumi berkekuatan 8,0 sebagai penyebab bencana Samoa, menurut US Geological Survey. Sebuah gempa bumi bisa menyebabkan tsunami jika memiliki kekuatan yang cukup dan berada di kedalaman air yang memadai.

3. Sekitar 80 persen dari seluruh tsunami terjadi di Samudera Pasifik.
4. Teori gempa bumi bawah laut yang berada dibalik tsunami pertama kali dikemukakan oleh sejarawan Yunani kuno Thucydides, pada tahun 426 SM, dalam bukunya “History of the Peloponnesian War.”
5. Letusan gunung berapi, tanah longsor besar, dampak meteorit dan ledakan nuklir bawah laut juga dapat menyebabkan tsunami, seperti juga siklon tropis atau kondisi cuaca lainnya. Sebuah tsunami yang disebabkan badai dikenal sebagai 'meteotsunami'seperti peristiwa hancurnya Burma pada 2008.
6. Terlepas dari ukuran gelombang besar ketika mereka menyentuh tanah, amplitudo (tinggi gelombang) dari tsunami sedikitnya tiga meter di laut terbuka, sedangkan panjang gelombang (jarak antara dua puncak) sepanjang 120 mil. Pada titik ini Tsunami akan mencapai kecepatan lebih dari 500 mph.
7. Ketika tsunami mencapai air dangkal, gelombang mengecil dan menjadikan panjang gelombang pendek, namun amplitudonya menjadi lebih tinggi. Gelombang kemudian melambat, walaupun demikian ia masih memiliki kecepatan sekitar 50 mph.
8. Menduga tsunami sudah dekat sangatlah mustahil. Dalam beberapa kasus, peringatan alam dapat terlihat pada saat air di sepanjang pantai tiba-tiba surut, dalam sebuah fenomena yang disebut drawback. Ini terjadi ketika sebuah palung tsunami mencapai tanah sebelum gelombang memuncak.
9. Seorang gadis Inggris berusia 10 tahun, Tilly Smith pernah menyelamatkan hampir seratus jiwa dengan pengetahuannya saat menjelang tsunami Samudera Hindia pada 2004.
10. Dia telah belajar tentang drawback dalam pelajaran geografi dan memperingatkan keluarganya kemudian berantai kepada orang lain. Ia berkesempatan pidato di PBB dan memiliki sebuah asteroid yang dinamai 20002 Tillysmith.
Kamis, 09 Juni 2011
Teknik Evakuasi Korban
Teknik Evakuasi adalah upaya pemindahan korban dari lokasi kejadian yang berbahaya ke tempat yang memadai untuk diberi pertolongan atau untuk ditindaklanjuti dengan kondisinya guna kelangsungan hidupnya. Dalam melakukan evakuasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu situasi dan kondisi dalam evakuasi, kondisi korban dan kondisi penolong sendiri. Hal utama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan evakuasi yaitu kontrol keadaan korban secara medis, tapi tetap disesuaikan dengan kondisi trauma korban. Ketiga keadaan tersebut pada akhirnya mengharuskan kita untuk memilih maneuver evakuasi yang khas, seperlunya, dengan tidak membuang waktu!
1. Aturan
umum tentang evakuasi :
umum tentang evakuasi :
~ Perhatikan kondisi korban, apakah
mengalami cedera atau trauma yang membutuhkan kehati-hatian dalam
pengevakuasian.
mengalami cedera atau trauma yang membutuhkan kehati-hatian dalam
pengevakuasian.
~ Bila mungkin,
terangkan kepada korban apa yang akan dilakukan, agar dapat bekerjasama.
terangkan kepada korban apa yang akan dilakukan, agar dapat bekerjasama.
~ Jangan pindahkan korban sendiri
kalau bantuan belum tersedia.
kalau bantuan belum tersedia.
~ Jika beberapa orang melakukan evakuasi, 1 orang
memberikan komando
memberikan komando
~ Angkat
dan bawa korban dengan benar agar tidak mengalami cedera otot/sendi
dan bawa korban dengan benar agar tidak mengalami cedera otot/sendi
~ Jangan abaikan
keselamatan penolong sendiri.
keselamatan penolong sendiri.
2. Aturan dalam mengangkat dan menurunkan korban :
~ Tempatkan
posisi kaki senyaman mungkin, salah satu kaki ke depan guna menjaga keseimbangan
posisi kaki senyaman mungkin, salah satu kaki ke depan guna menjaga keseimbangan
~ Tegakkan badan
dan tekukkan lutut
dan tekukkan lutut
~ Pegang korban / balut dengan
seluruh jari tangan
seluruh jari tangan
~ Usahakan berat korban yang
diangkat dekat dengan penolong
diangkat dekat dengan penolong
~ Jika
kehilangan keseimbangan / pegangan, letakkan korban, atur posisi kembali, lalu mulai
kembali mengangkat.
kehilangan keseimbangan / pegangan, letakkan korban, atur posisi kembali, lalu mulai
kembali mengangkat.
3. Hal-hal yang harus diperhatikan bila membawa korban
dengan tandu :
dengan tandu :
~ Tandu
diperiksa dari kerusakan, dicoba apa mampu menahan berat korban
diperiksa dari kerusakan, dicoba apa mampu menahan berat korban
~ Korban tidak sadar yang dibawa ke
tempat jauh, sebaiknya selalu diikat
tempat jauh, sebaiknya selalu diikat
~ Penolong yang paling berpengalaman, memberi
komando untuk tiap gerakan
komando untuk tiap gerakan
~ Kaki korban
selalu di depan, kecuali pada keadaan :
selalu di depan, kecuali pada keadaan :
# Korban
cedera tungkai berat menuruni tangga / turun di tempat yang miring
cedera tungkai berat menuruni tangga / turun di tempat yang miring
# Korban hipotermia,
menuruni tangga/turun di tempat yang miring
menuruni tangga/turun di tempat yang miring
# Korban dengan stroke/kompresi otak tidak boleh
di angkat dengan
kepala lebih rendah dari kaki
di angkat dengan
kepala lebih rendah dari kaki
4. Cara mengusung korban :
Satu orang penolong :
Ø Mengusung untuk jarak
dekat
dekat
Cara menarik
penderita untuk jarak pendek Cara ini hanya dilakukan apabila sudah pasti tidak
ada tanda-tanda patah tulang leher, tulangBelakang, tulang tengkorak, dan gegar
otak.
penderita untuk jarak pendek Cara ini hanya dilakukan apabila sudah pasti tidak
ada tanda-tanda patah tulang leher, tulangBelakang, tulang tengkorak, dan gegar
otak.
Ø Tongkat manusia
1. Anda berdiri di
samping korban pada sisi yang cedera atau lemah. Lengannya dilingkarkan di bahu
anda dan peganglah tangan atau pergelangan tangannya.
samping korban pada sisi yang cedera atau lemah. Lengannya dilingkarkan di bahu
anda dan peganglah tangan atau pergelangan tangannya.
2. Lengan anda yang satu lagi melingkar di pinggang korban,
dan pegang baju atau pinggangnya.
dan pegang baju atau pinggangnya.
3. Langkahkan kaki yang sebelah dalam dan berjalan
disesuaikan dengan kecepatan korban. Tongkat atau dahan kayu dapat menjadi
penompang tambahan. Korban harus ditenangkan.
disesuaikan dengan kecepatan korban. Tongkat atau dahan kayu dapat menjadi
penompang tambahan. Korban harus ditenangkan.
Ø Mengusung korban yang sadar tetapi tidak dapat
berjalan sendiri
berjalan sendiri
Cara mengusung korban yang tidak mampu
berjalan sendiri dan lemas. Meskipun sadar, korban hanya mampu menggantungkan
tangannya secara pasif ke leher penolong.
berjalan sendiri dan lemas. Meskipun sadar, korban hanya mampu menggantungkan
tangannya secara pasif ke leher penolong.
Ø Cara mengendong
1. Anda jongkok di samping korban, selipkan
lengan di sekitar tubuhnya, di atas pergelangan tangan.
lengan di sekitar tubuhnya, di atas pergelangan tangan.
2. Selipkan lengan yang satunya di bawah
paha korban. Badannya dipeluk kearah anda dan angkat.
paha korban. Badannya dipeluk kearah anda dan angkat.
Ø Cara ditarik
1. Letakkan tangan korban menyilang pada dadanya. Anda
jongkok di belakang korban, pegang melalui ketiak, dan angkat.
jongkok di belakang korban, pegang melalui ketiak, dan angkat.
2. Jika korban bisa
duduk, silangkan lengannya pada dada. Pegang
pergelangan tangan melalui ketiak dan angkat.
duduk, silangkan lengannya pada dada. Pegang
pergelangan tangan melalui ketiak dan angkat.
3. Jika korban memaai jaket , lepaskan
kancingnya, dan tarik jaket ke bawah kepalanya. Pegang jaket melalui bahunya
dan angkat.
kancingnya, dan tarik jaket ke bawah kepalanya. Pegang jaket melalui bahunya
dan angkat.
Ø Mengusung melalui lorong
sempit
sempit
Mengusung korban yang pingsan melalui
lintsan yang sempit ( misalnya terowongan atau di lorong kapal). Tangan korban
diikat dan digantungkan pada leher penolong.
lintsan yang sempit ( misalnya terowongan atau di lorong kapal). Tangan korban
diikat dan digantungkan pada leher penolong.
Ø Mengangkat penderita yang tidak sadar dengan
cara katak
cara katak
Korban ditidurkan diatas punggung
penolong, kemudian penolong berjalan merangkak
penolong, kemudian penolong berjalan merangkak
Ø Mengusung dengan selimut pada korban pingsan
Mengusung
korban yang pingsan dengan selimut yaitu korban yang seharusnya diusung dengan
usungan.
korban yang pingsan dengan selimut yaitu korban yang seharusnya diusung dengan
usungan.
Dua orang penolong
:
:
Ø Mengusung korban dengan menggunakan tangan sebagai tandu,
dikerjakan oleh dua orang
dikerjakan oleh dua orang
Ø Kursi dua tangan
1. Jingkokkan kedua sisi korban, silangkan lengan dipunggung
korban dan pegang ikat pinggangnya.
korban dan pegang ikat pinggangnya.
2. Kedua lengan yang lain diselipkan bawah
lutut korban, dan penolong saling memegang pergelangan tangan. Lengan yang
saling memegang dibawa ke pertengahan paha korban.
lutut korban, dan penolong saling memegang pergelangan tangan. Lengan yang
saling memegang dibawa ke pertengahan paha korban.
3. Bergeraklah mendekati korban, punggung tetap lurus,
bangkit pelan-pelan dan jalan bersama-sama.
bangkit pelan-pelan dan jalan bersama-sama.
Ø Mengangkat depan belakang
1. Korban didudukan dan tangannya disilangkan pada dada
2. Jongkok di belakang
korban, selipkan lengan melalui ketiak korban dan pegang pergelangan tangannya
kuat-kuat
korban, selipkan lengan melalui ketiak korban dan pegang pergelangan tangannya
kuat-kuat
3. Penolong jongkok di samping korban dan lengannya di
selipkan di bawah paha korban
selipkan di bawah paha korban
4. Bekerja secara serentak, bangkit
pelan-pelan dan berjalan.
pelan-pelan dan berjalan.
Catatan : jangan melakukan cara ini pada cedera lengan
atau bahu
atau bahu
Ø Kursi pengangkut
Mengusung korban
dengan menggunakan kursi sebagai tandu.
dengan menggunakan kursi sebagai tandu.
Ø Kursi
sebagaitandu pada lorong yang sempit.
sebagaitandu pada lorong yang sempit.
Tiga
orang penolong :
orang penolong :
Ø Cara meletakan tangan untuk mengusung korban yang seharusnya diusung dengan usungan
5. Cara mengangkat tandu :
Langkah-langkah
dalam mengangkat tandu :
dalam mengangkat tandu :
- Seorang pengangkat berdiri di keempat ujung tandu. Jika ada tiga orang, dua berdiri dekat
kepala dan satu pada kaki
kepala dan satu pada kaki
- Seorang pengangkat berdiri di keempat ujung tandu. Jika
ada tiga orang, dua berdiri dekat kepala dan satu pada kaki. Semua pengangkat
jongkok dan memegang mengikuti aba-aba, bangkit serentak dan berdiri memegang
tandu secara rata
ada tiga orang, dua berdiri dekat kepala dan satu pada kaki. Semua pengangkat
jongkok dan memegang mengikuti aba-aba, bangkit serentak dan berdiri memegang
tandu secara rata
- Aba-aba berikutnya semua pengangkat melangkahkan kaki
sebelah dalam dengan langkah pendek
sebelah dalam dengan langkah pendek
- Untuk menurunkan korban, para pengangkat berhenti kalau
ada aba-aba. Pada aba-aba berikutnya semua jongkok dan meletakkan tandu
hati-hati.
ada aba-aba. Pada aba-aba berikutnya semua jongkok dan meletakkan tandu
hati-hati.
Cara
mengangkat tandu yang baik :
mengangkat tandu yang baik :
- Mengangkat dan
menurunkan tidak boleh salah, baik korban maupun anda sendiri. Anda harus selalu menggunakan otot
seperti paha, pinggul dan bahu dengan mengikuti peraturan berikut :
menurunkan tidak boleh salah, baik korban maupun anda sendiri. Anda harus selalu menggunakan otot
seperti paha, pinggul dan bahu dengan mengikuti peraturan berikut :
#
Tempatkan posisi kaki anda senyaman
mungkin
Tempatkan posisi kaki anda senyaman
mungkin
#
Salah satu kaki agak ke depan
Salah satu kaki agak ke depan
# Posisi
seperti ini berguna untuk menjaga
keseimbangan.
seperti ini berguna untuk menjaga
keseimbangan.
# Tegakkan badan dan lekukkan
lutut anda
lutut anda
# Usahakan berat
korban yang anda angkat dekat dengan anda.
korban yang anda angkat dekat dengan anda.
# Bila anda mulai kehilangan keseimbangan,
rendahkan korban aturlah posisi atau pegangannya kembali jika perlu, lalu mulailah mengangkatnya.
rendahkan korban aturlah posisi atau pegangannya kembali jika perlu, lalu mulailah mengangkatnya.
Tandu Buatan Sendiri
Meskipun dalam keadaan darurat kita bisa membuat tandu,
tetapi sebaiknya ditunggu sampai bantuan dan peralatan khusus datang. Jika anda
harus memindahkan korban ke tempat terlindung, tandu dapat dibuat dari
permukaan yang keras seperti pintu, tongkat, atau papan iklan. Dapat juga
dengan menyisipkan tiang melalui lengan jaket atau anorak. Kekuatan tandu harus selalu dicoba dulu
sebelum digunakan.
tetapi sebaiknya ditunggu sampai bantuan dan peralatan khusus datang. Jika anda
harus memindahkan korban ke tempat terlindung, tandu dapat dibuat dari
permukaan yang keras seperti pintu, tongkat, atau papan iklan. Dapat juga
dengan menyisipkan tiang melalui lengan jaket atau anorak. Kekuatan tandu harus selalu dicoba dulu
sebelum digunakan.
Selimut Pengangkat
- Selimut digulung menurut panjangnya sampai setengah
dari lebarnya dan letakkan di samping korban. Korban digulingkan pada
sisinya dan selimut digulung di bawah punggungnya. - Korban digulungkan kea rah selimut dan samping. Gulungan
selimut dibuka hingga korban tepat berbaring diatasnya. - Selimut yang
telah terbuka digulung kearah korban dengan erat dan gulungan ini sebagai
pegangan bagi pengangkat. - Dua pengangkat
jongkok di kedua sisi korban pada tubuh dan kakinya. Gulungan dipegang dengan kuat. - Keempat
pengangkat mengangkat korban serentak dengan cara mencondongkan badan ke
belakang lalu meluruskan lutut.
Menggunakan Satu Selimut:
- Selimut terbuka diletakan diagonal diatas tandu,
sehingga ujung-ujungnya mengantung di pinggir, atas, dan bawah tandu. - Korban
diletakkan ditengah tandu. Terangkan apa yang akan anda lakukan. Ujung
yang menggulung ditutup pada kakinya dan diselipkan dibawah pergelangan
kaki. - Ujung yang di
samping di pasang menyelimuti korban kemudian diselipkan dibawah badannya - Lipat sisi
lainnya dan selipkan ke dalam. Tenangkan
korban dan terangkan apa yang akan anda lakukan. - Selipkan bagian atas selimut ke kepala dan leher
korban, hingga tertutup. Sementara wajah dibiarkan terbuka.
Langganan:
Komentar (Atom)
